SMK NEGERI 1 WANAREJA

Jl. Srikaya, Kec. Wanareja, Kab. Cilacap
Telp: (0280)6260233



Peringatan Harlah Ke 16 SMK N 1 Wanareja

Diposting pada: 2017-03-14, oleh : smkn 1 wanareja, Kategori: Agenda Sekolah

SMK N 1 Wanareja – Rabu 23 Novermber 2016 di awali dengan ucapan syukur atas rahmat dan karunianya sekolah tercinta sudah mencapai umur ke 16 tahun, dengan tema "BERSAMA KITA BISA, HEBAT", hari ulang tahun SMK N 1 Wanareja di isi dengan berabagai acara dalam rangka memeriahkan ulang tahun sekolah tercinta , pagi hari yang cerah dilakukan upacara pembukaan hari ulang tahun sekolah kita tercinta dengan di haridiri semua guru dan karyawan, sebagai pembina upacara Waka Kesiswaan SMK N 1 Wanareja, pelaksanaan upacara berlangsung dengan hikmat.

Agenda pertama dilakukan dengan lomba jalan santai dengan rute jalan lingkar wanareja, peserta jalan santai berasalan dari perwakilan seluruh kelas dan seluruh guru sekolah tercinta, dengan suka cita mereka berjalan menyusuri jalan lingkar Wanareja , dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pandagan positif tentang sekolah tercinta kita , kekompakan, disiplin, dan kreatifitas siswa dan komponen pengajar dan staf yang ikut andil memberikan pandangan yang menyejukan dengan tampilan yang kompak dan indah. Start jalan sehat dari halam depan sekolah tercinta dan finish di halaman depan sekolah tercinta.

Acara berikutnya adalah acara hiburan yang dilaksanakan di Aula sekolah tercinta, hiburan di berikan kepada peserta jalan santai dan seluruh siswa sekolah tercinta, acara bertlangsung meriah , selain acara jalan sehat ada perlombaan lain seperti pentas seni, lomba menghias kue, dan lomba menyanyi.

Gambar lomba menyanyi 

Menjelang siang sekitar jam 14.00 WIB, dilakukan pengumuman pemenang lomba , dengan meriah dan sorak sorai siswa di dalam aula memberikan semangat tersendiri, kebahgian terpancara dari seluruh panitia dan siswa, sehingga kedepan dapat memberikan semangat baru untuk membangun dan mencapai prestasi lebih dari tahun tahun sebelumnya.

Salah satu indikator melihat sekolah maju adalah melihat bagaimana cintanya seluruh warga sekolah mulai dari siswa, guru, kepala sekolah, tata usaha, satpam, pak kebun, alumni, orang tua siswa terhadap institusi sekolah (almamater). Rasa cinta, rasa memiliki, rasa turut menjadi bagian di dalamnya adalah energi luar biasa untuk mewujudkan sekolah yang lebih berkualitas. Sekolah tidak dapat hanya dipandang sekedar tempat mencari nafkah bagi guru dan karyawan. Sekolah tidak hanya sekedar dipandang oleh siswa sebagai tempat pemberi ijazah. Tetapi sekolah adalah rumah kita bersama seperti pendapat Rizal dan Basori. Ada bapak juga ada ibu, ada kasih sayang, ada saling perhatian, ada saling memberi, saling menjaga, mendidik tak kenal menyerah, belajar tak kenal henti dan secara bersama-sama menuju rumah tangga berkualitas untuk menciptakan anak-anak yang siap berkompetisi di luar rumah. Anak-anak yang membanggakan. Anak-anak yang kelak sesekali pulang ke rumah bercerita kepada adik-adiknya, kepada orang tuanya tentang pengalaman mereka diluar. Ah.. indahnya rumah kita.

Apa yang saya harapkan dari undangan kalian tentang hari ulang tahun sekolah kita:

1. Moment.
Hari ulang tahun dapat dijadikan sebagai momentum kebangkitan, kemajuan atau niat tulus menjadikan sekolah yang lebih baik. Anak-anak, guru-guru, atau siapa saja warga sekolah dibuat berdebar-debar menunggu pidato kepala sekolah tentang pencanangan program sekolah anti narkoba, sekolah dengan 0% siswa putus sekolah, visi baru, disiplin baru, semangat baru, pencanangan sekolah terbersih, sekolah hijau dll. Orang-orang bertepuk tangan dan bahu-membahu mewujudkan mimpi barunya.

2. Parent's Day.
Kapan orang tua di undang ke sekolah? Pada saat awal siswa baru karena berhubungan dengan pembiayaan pembagunan sekolah. Tidak ada suatu undangan bagi orang tua yang diatur secara konsisten untuk dapat menyaksikan putra-putrinya unjuk kemampuan, berdiskusi terkait kesulitan belajar, atau sekedar makan bersama di lapangan di bawah tenda sebagai keakraban antara orang tua pertama (ketika di rumah) dan orang tua kedua ( ketika di sekolah) bagi siswa. Hari ulang tahun sekolah dapat dijadikan peristiwa seperti ini.

3. Welcome Back My Sons and Daughters.
Sekolah yang maju pasti tidak lepas dari peran alumni. Cerita mereka di luar sana akan memberikan pengaruh positif terhadap adik-adiknya. Sayangnya, banyak sekolah yang tidak memberikan pelayanan yang baik terhadap alumni. Tidak ada alumni center di sekolah. Sekolah hanya melayani mereka terkait legalisir ijazah, atau mengurus kehilangan ijazah karena rumahnya kebanjiran.

Ribuan anak dilahirkan di sekolah, tetapi sebagian besar, sekali lagi sebagian besar merasa tidak pernah lahir di sekolah, hingga sekolahpun kesulitan melacak dimana mereka (penelusuran tamatan dikerjakan oleh sekolah karena ada tuntutan, karena disuruh atau diminta Jakarta). Alumni juga merasa sulit untuk mengunjungi sekolah dengan beberapa alasan: malu karena tidak jadi pegawai, menganggap dirinya bukan siswa berhasil, ngapain atau guru-gurunya yang mengajarnya dulu sudah pensiun dsb. Siswa yang menjadi menteri, menjadi bupati, pengusaha rumah makan, ahli pemasaran merasa tidak dibutuhkan oleh almamaternya untuk berbicara di workshop, seminar, lokakarya di sekolah yang dapat diikuti oleh adik-adik kelasnya.

kenapa demikian? Saya kembali kepada pendapat Rizal dan Basori, bahwa mereka harus merasa dalam satu rumah. Di rumah kita tidak mengelompokkan anak yang berhasil dan yang gagal, anak-anak datang mengunjungi rumah sekalipun bapak ibu sudah tiada. Seperti orang-orang Belanda mengunjungi perkebunan Kalibaru di Banyuwangi karena kakek neneknya pernah tinggal disana.

Hari ulang tahun sekolah dapat dijadikan kesempatan menyambut anak-anak yang ada di luar sana membagikan ceritanya kepada adik-adiknya, atau membagikan sebagian risqinya kepada adiknya agar tidak putus sekolah, atau membagikan pengalamannya yang barangkali bapak ibu lupa ajarkan.

4. this is me
Sekolah tidak boleh memandang bahwa anak-anak itu adalah obyek. Siswa bukan benda mati yang diproses oleh sekolah dan menjadi produk yang dapat dijual di pasar. Mereka juga subyek (pelaku) yang layak diminta pendapatnya bagaimana memajukan sekolah. Banyak sekolah tidak melibatkan siswa dalam mengambil keputusan-keputusan penting. Perubahan tata tertib, jumlah jam pelajaran, anggaran, motode pembelajaran, seharusnya dapat melibatkan siswa sehingga mereka tidak hanya merasa bahwa mereka hanya diperlukan sebagai petugas upacara. Kepala sekolah harus mengagendakan rapat dengan siswa bukan hanya dengan guru. Kepala sekolah mengundang ketua kelas untuk rapat membicarakan program sekolah. Beri kesempatan mereka presentasikan ide dan gagasannya, bukan di undang untuk hanya dijejali dengan informasi, pengumuman dari guru saja yang seringkali merasa paling benar.

Sehebat apapun sekolah tidak akan dapat menampung seluruh karakter, daya cipta, kreatifitas, rasa, antusias masing-masing siswa. Maka perkenankan siswa menunjukkannya di hari ulang tahun sekolah kemampuan non akademik yang tidak tertampung di kegiatan ekskul. Misalnya, ada kemampuan siswa yang unik, unjuk kebolehan sulap, membatik, merangkai bunga, hobi otomotifnya, aeromodeling, body painting, presentasi kehebatan mereka dalam kepedulian sosial, atau kemampuan-kemapuan yang jarang dimiliki manusia kebayakan, makan kaca, tahan strum, mampu berjalan di atas selembar kawat dan lain sebagainya.

5. Dan Banyak Yang Lainnya.

Semoga surat saya dapat menghibur kalian karena selembar kertaspun tidak tertempel di sana mengucapkan selamat hari jadi sekolah kita.

LIHAT GALERI           

 

 


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id

ppdb 2017

E-Learning